Lompat ke konten
Home
/
Blog
/
Tips

Fungsi Tangki Tekanan atau Pressure Tangki dalam Pompa Booster Industri

fungsi pressure tangki

Pressure tangki atau tangki tekanan merupakan salah satu jenis tangki penampungan air. Tangki ini sering digunakan di rumah, kantor, sekolah, atau bangunan konstruksi lainnya. Tangki tekanan atau pressure tank memiliki banyak fungsi atau kegunaan.

Apa saja kegunaan tangki tekanan dalam sistem plumbing air bersih dan air panas? Bagaimana cara kerja jenis tangki air yang satu ini? Simak langsung artikel tentang pressure tangki di bawah ini untuk mendapat jawaban dan penjelasannya!

Fungsi dari Pressure Tangki

Pressure tank memiliki beberapa fungsi atau peranan dalam penyediaan air bersih untuk berbagai jenis konstruksi bangunan. Apa saja fungsinya? Secara umum, berikut ini beberapa fungsi dan peranan tangki tekanan yang harus Anda ketahui, yaitu:

1. Menyediakan Pasokan Air Bersih

Tangki tekanan memiliki fungsi sebagai tempat penyimpanan air dalam jumlah tertentu tergantung kapasitasnya. Air yang ditampung di dalam tangki dapat digunakan sebagai sumber pasokan air bersih yang memadai ketika pompa air dalam keadaan mati atau tidak dinyalakan.

Ketika permintaan atau kebutuhan air sedang meningkat/ tinggi, pasokan air bersih yang ditampung oleh tangki tekanan pastinya akan sangat berguna.

2. Menstabilkan Tekanan Air

Fungsi lainnya dari tangki tekanan adalah menstabilkan tekanan air yang mengalir pada saluran pipa. Fungsi ini bekerja dengan bantuan karet diafragma basah dan kering.

Komponen diafragma yang kering memiliki katub ban. Udara akan terkompresi dipompa ke dalamnya hingga berada di tekanan tertentu. Bagian diafragma yang basah memiliki outlet logam/ plastik dan terhubung ke pipa untuk pompa tekanan.

3. Membantu Meringankan Kinerja Pompa Air

Tangki tekanan juga dapat bekerja untuk meringankan kinerja dari pompa air. Pompa air tidak perlu terlalu sering dinyalakan dan dimatikan untuk memenuhi kebutuhan air karena kebutuhan air tersebut sudah disediakan oleh tangki tekanan.

Pompa air yang tidak terlalu sering dinyalakan dan dimatikan akan memperpanjang umur penggunaan pompa. Artinya, pompa air tersebut akan lebih awet dan tahan lama.

Selain itu, penggunaan tangki tekanan ternyata juga dapat digunakan untuk mengurangi tekanan pali air atau water hammering di mesin pompa. Kinerja pompa air pun tidak akan terlalu berat.

Cara Kerja Pressure Tangki

Tangki tekanan atau pressure tank merupakan jenis tangki penampungan air sementara. Jenis tangki air yang satu ini dapat bekerja dengan baik untuk membantu kinerja dari pompa air.

Bagaimana kinerja atau cara kerja dari tangki tekanan? Berikut ini cara kerja dari pressure tank yang harus kamu ketahui, yaitu:

  • Tekanan air di dalam pipa sebesar 0 bar ketika pompa air belum dinyalakan. Sementara itu, tekanan udara di dalam tangki sebesar 1.5 bar atau sesuai dengan setelan pabrik.
  • Ketika pompa air dihidupkan, air akan menekan membran hingga membesar dan membuat udara di dalam tangki menjadi tertekan. Tekanan air akan terus bertambah jika tidak ada keran yang terbuka.
  • Pompa air akan terus menekan hingga mencapai titik maksimal 4 bar. Setelah itu, pompa air akan off atau berhenti. Udara di dalam tangki tekanan pun akan naik hingga 4 bar.
  • Ketika pompa air mati, maka keran air yang dibuka akan menyebabkan tekanan air terus berkurang. Udara di dalam tangki tekanan akan menekan air untuk keluar hingga tekanannya mencapai 2 bar. 

Penutup

Pressure tangki memiliki fungsi dan peranan penting dalam sistem plumping dan aliran kebutuhan air bersih dalam suatu konstruksi bangunan. Oleh karena itu, sebaiknya membeli pompa air dan tangki tekanan berkualitas dengan harga terjangkau di https://osmomarina.growandbless.com/

Tentang Penulis

Diana

Tim PT. Osmo Marina Mandiri — distributor pompa industri dan peralatan fluid handling di Indonesia sejak 2016, melayani seleksi, instalasi, commissioning, dan perawatan pompa untuk kebutuhan industri.

Konsultasi kebutuhan pompa

error: Content is protected !!